12 Hal Yang Wajib Diketahui Calon Jamaah sebelum Daftar Haji Plus atau Reguler 2018 2019 Kuota Depag- Fly by Saudia Airline.

Info
header alhijaz indowisata
Berkhidmat dalam Menggapai Ibadah Haji Mabrur dan Umroh Maqbul
~ Dalam artikel ini disampaikan jawaban dari 12 pertanyaan umum seputar Haji. Baik itu Haji Reguler ataupun Haji Plus. Materi terkait persamaan, perbedaan, cara mendaftar, fasilitas haji baik di Bandara maupun di kota Mekah, madinah dan di Arafah. Tulisan ini sebagai bahan pertimbangan calon jamaah sebelum mulai mendaftar Haji Plus atau Reguler. ~

12 Hal Wajib Tahu Sebelum Daftar Haji ONH Reguler Plus 2018 2019


Pendahuluan.

Selama ini kita mengenal dan mengetahui bahwa jika kita ingin berangkat haji maka kita harus mengikuti prosedur yang sudah dibuat dan ditetapkan oleh Kementrian Agama Republik Indonesia. Kementrian Agama memiliki kedudukan tertinggi dalam hal-hal yang berkaitan dengan operasional dan regulasi keberangkatan haji kuota masyarakat Indonesia.

Kementrian Agama memberikan 2 (dua) cara untuk masyarakat Indonesia dalam rangka menunaikan ibadah haji. Ke-dua cara tersebut adalah:

a. Haji Reguler.

Haji Reguler adalah haji yang biasanya kita kenal dengan sebutan haji ONH biasa. Haji Reguler ini segala sesuatunya diurus oleh pemerintah. Pada pelaksanaannya KBIH di sini berperan sebagai mitra Kementrian Agama untuk membantu jamaah dalam hal teknis keberangkatan hingga bimbingan ibadah baik di tanah air berupa manasik ataupun saat pelaksanaannya di tanah suci baik di Madinah, Mekkah, Jeddah, Arafah dan lain-lain.

b. Haji ONH Plus

Haji ONH Plus merupakan Haji Kuota Depag. Pendaftaran dan Pelaksanaannya dilakukan oleh Travel Resmi yang sudah memiliki Izin Haji dari Kementrian Agama Republik Indonesia.

Kemudian banyak sekali pertanyaan-pertanyaan terkait haji baik itu Reguler ataupun Haji Plus. Nah berikut ini adalah 12 Hal yang Wajib diketahui oleh Calon Jamaah sebelum Daftar Haji Reguler atau Plus. Selamat membaca.

haji onh plus khusus

1. Bagaimana Cara Mendaftar Haji Reguler?

Untuk mendaftar Haji reguler, kita bisa melakukannya melalui Depertemen Agama setempat. Sesuai dengan identitas calon jamaah. Harga relatif murah untuk pendaftarannya. Untuk mendapat porsi kita harus punya minimal tabungan sebesar 25 juta Rupiah.

Haji Reguler ini pendaftarannya disesuaikan dengan Identitas calon jamaah. Misalkan Calon Jamaah tinggal di Jakarta tetapi KTP nya Bekasi, maka calon jamaah tersebut harus mendaftar haji reguler di Kementrian Agama Bekasi. Dia tidak bisa mendaftar di Jakarta, karena alasan domisili tersebut.

Untuk Pendaftaran Haji Plus 2018 kita akan bahas kemudian.

2. Berapa Lama Daftar Tunggu haji Reguler?

ONH Reguler waiting list atau daftar tunggunya diatur berdasarkan aturan yang ada di Kementrian Agama setempat. Contoh di Jawa Barat mempunyai aturan bahwa untuk porsi haji tiap tahunnya itu diberikan pada kabupaten atau kotamadya masing-masing. Jadi bukan berdasarkan kuota provinsi. Sebagai Contoh misalkan saya mendaftar di kotamadya Bekasi, di saat yang bersamaan teman saya ada yang mendaftar di kabupaten Bekasi, itu bisa saja waiting list-nya berbeda. Begitu juga berlaku bagi kotamadya dan kabupaten lainnya di Indonesia.

Sekedar info ringan waiting list di kotamadya bekasi saat ini kurang lebih 17 tahun jika kita mendaftar haji reguler saat ini. Untuk Pendaftaran Haji Plus 2018 di bahas di segmen Berikutnya.

Perbedaan pendaftaran di kabupaten dan Kotamadya tersebut akan berbeda-beda pula polanya. Misalkan saja di Jawa Timur tidak di berlakukan kuota kotamadya atau kabupaten tapi berlaku kuota Provinsi. Jadi misalnya Calon Jamaah yang akan mendaftar di Tulungagung dan mendaftar di Jember itu bisa. (Info terakhir tahun 2017).

Jadi kesimpulannya untuk Haji Reguler ini, jika calon jamaah bertanya tentang berapa lama waiting list,  maka jawbannya akan balik tanya tergantung dimana daftarnya. Karena tiap-tiap wilayah provinsi berbeda-beda kebijakan dan peraturannya. Jadi artinya tiap Kotamadya / Kabupaten itu berbeda beda tergantung dari aturan dari Kemenag setempat berapa waiting listnya yang disesuaikan dengan identitas calon jamaah masing-masing.

3. Bagaimana Cara Mendaftar Haji ONH Plus?

ONH Plus BPIH Khusus atau ONH Haji Plus cara daftarnya bukan ke Kemenag tapi langsung ke Biro Perjalanan Haji (Travel Haji Plus) yang sudah memiliki Izin Resmi Haji dari DEPAG RI. Urusan setoran uang pendaftaran bukan dilakukan ke Bank langsung oleh calon jamaah tetapi di Transfer ke Rekening Biro Travel tersebut. Untuk kemudian dilanjutkan proses ke Kemenag oleh staf Kantor Travel. Begitu juga dengan pelunasannya, ini dilakukan ke Travel tersebut juga.

paket haji plus 2018 2019


Kuota ONH Haji Plus ini berlaku Nasional, dalam arti bahwa calon jamaah darimana pun asal masih dalam wilayah teritorial Indonesia dapat mendaftar ke Travel penyelenggara Haji Resmi yang berada di Wilayah Republik Indonesia.

4. Berapa Lama Waiting List ONH Plus?


Saat ini, jika calon jamaah mendaftar ONH Haji Plus sekarang maka sesuai statistika waiting listnya kurang lebih sekitar 7 tahun. Inipun masih berpotensi berubah-ubah karena dipengaruhi beberapa faktor baik faktor internal maupun faktor external. Misalkan Faktor Regulasi Kemenag atau Regulasi Kementrian Haji Arab Saudi.

Oleh karena itu, mohon diperhatikan jika ada Travel yang menjanjikan menggunakan ONH Haji Plus BPIH khusus dengan masa antrian 2 tahun, ini patut dipertanyakan. Karena sesuai dengan data yang setiap hari semakin bertambah, saat ini jika calon jamaah mendaftar sekarang maka antrian sudah diatas 6 tahun.

5. Apakah Kebijakan Setiap Kemenag Daerah Berbeda?

Sebearnya tidak berbeda, kebijakan nya sama dari kementrian haji. Setiap kabupaten dan kotamadya itu berdasarkan dari aturan 1/mil jumlah penduduk muslim. Sebagai contoh, misalkan di Bekasi ada 300 ribu penduduk muslim lalu di terapkan aturan 1/mil nya. Maka tiap 1000 muslim dapat memberangkatkan 1 jamaah haji di daerah setempat. Aturan ini adalah kesepaktan dari organisasi OKI dimana organisasi ini terdiri dari negara Islam yang kemudian menyepakati aturan kuota haji untuk negara-negara muslim.

Ketentuan ini tidak berlaku pada pendaftaran Haji Plus 2018.

Contoh Negara Indonesia penduduk muslimnya itu 200 juta, maka yang berhak mendapatkan kuota haji adalah sebesar 200 ribu orang. Kemudian dengan pola yang sama diterapkan juga di Kotamadya dan Kabupaten dengan mengikuti aturan baku tersebut.

paket haji khusus2019


6. Apa bukti yang resmi dari Pendaftaran Haji kita?

Ya Benar sekali. Dalam hal ini yang ingin dititikberatkan adalah baik ONH Haji Plus atau ONH Reguler keduanya mempunyai bukti pendaftaran yang kita sebut dengan nama NOMOR PORSI. Jadi Calon Jamaah yang sudah didaftarkan oleh travelnya dan mendapatkan info waiting list maka anda akan mendapatkan nomor porsi. Silahkan di chek nomor porsi ini, dan nomor ini tidak berubah, yang berubah adalah tentang waiting listnya apakah maju atau mundur.

Sebagai contoh, jikalau kita daftar di depag setempat maka kita akan mendapat nomor porsi dan nomor ini lah yang kita pegang. Kalau sudah punya nomor ini maka kita hanya tinggal menunggu saja. Apakah nanti realnya jadi 10 tahun, 15 atau 20 tahun, kita hanya bisa menunggu dan pasrah saja. Sama juga pada system Pendaftaran Haji Plus 2018, informasi antrian bisa ada perubahan meskipun tidak signifikan jaraknya.

Nomor Porsi ini merupakan jaminan dari Kementrian Agama untuk mendapatkan Visa dari Kerajaan Arab Saudi. Maka dengan jaminan ini tidak akan ada kasus jamaah Onh Plus atau jamaah reguler yang tidak keluar Visanya karena memang ini sudah menjadi jaminan dari kementrian agama yang mereka sudah mempunyai MOU khusus dengan Kementrian Haji Kerajaan Saudi Arabia (G to G).


Klik untuk pencarian Haji Plus di Google



7. Perbedaan Fasilitas ONH Plus vs ONH Reguler?

Berikut adalah perbedaan Haji Reguler dan Haji Plus dari segi fasilitas. Fasilitas yang akan kita bahas adalah fasilitas Maskapai dan Fasilitas di Saudi-nya. Termasuk juga fasilitas transportasinya.

Pada ONH Reguler transportasi-nya sudah jelas, saat ini kementrian agama sudah menunjuk maskapai Garuda dan Saudia. Tapi untuk BPIH Khusus atau Haji Plus maskapainya ditentukan oleh travel-nya. Oleh karena itu jika Anda mendaftar ONH Plus maka tawaran dari setiap Travel akan berbeda-beda (Fasilitas, Maskapai).

Contoh nyatanya adalah sebagai berikut. Misalkan travel A membuka Haji Khusus kemudian menjanjikan ke calon jamaah untuk menggunakan maskapai Saudia (misalnya),  maka bisa jadi Travel B menjanjikan maskapai yang berbeda (misalkan Maskapai Emirates atau Etihad). Ini sangat mungkin terjadi pada pendaftaran Haji Plus, karena beda travel bisa jadi beda kebijakan.

Sekali lagi, untuk ONH Reguler hanya 2 pilihan maskapainya yaitu Saudia Air dan Garuda Airways.

Baik, sekarang kita bahas perbedaan Fasilias saat di Saudi. Barangkali Anda bertanya apakah pada saat antri di imigrasi ada perbedaan perlakuan antara onh reguler dan onh plus? Jawabannya Tidak. Semua mendapatkan perlakuan yang sama. Kecuali memang ada tamu haji istimewa seperti para pejabat dan undangan khusus, untuk mereka itu tentunya ada perlakuan khusus yaitu Fast Track.

Perbedaan lain yang signifikan adalah pada fasiitas di Saudia baik itu di Madinah ataupun Mekah.
Untuk ONH Reguler semua fasilitas ditentukan oleh Kementrian Agama. Untuk penempatan Jamaah Haji, sudah ada sistem khusus yang sudah disepakati yaitu berupa pengundian. Misalkan kloter 1 Batam diundi dan kemudian mendapat daerah Mahbazin (contohnya seperti itu). Kloter yang lain dapatnya di tempat yang lain. Nah ini kita tidak boleh menolak karena memang ini sudah diundi secara Nasional dan sudah menjadi kesepakatan. Jamaah harus bersyukur jika mendapat tempat yang bagus, tapi kalau memang tidak sesuai dengan yang diharapkan mohon diterima saja karena itu sudah aturannya dari panitia haji.

haji plus 2019


Namun jangan khawatir, ketika mendapatkan tempat yang jauh ini masih tetap didukung oleh transportasi yang di berikan oleh Kementrian Agama.

Untuk ONH Plus BPIH khusus, pemilihan hotel ditentukan oleh travel yang bersangkutan. Jadi jika anda mendaftar ke BPIH khusus maka silahkan tanya nanti akomodasi hotelnya dimana baik di Mekkah ataupun di Madinah. Dan sekaligus juga menanyakan maskapainya apa. Travel haji sudah mempunyai rencana-rencana yang sudah siap ditawarkan kepada calon jamaah Haji Khusus.

Dari Fasilitas BPIH Khusus dapat disimpulkan bahwa jarak ke Masjid Al-Harom Relatif Dekat. Karena memang yang dijual adalah fasilitas hotel mewah yang dekat. Namun coba lebih detail lagi dilihat Itinerary yang disediakan oleh Travel Tersebut apakah Anda melihat daftar hotel yang tertera di itinerary namun tidak ditulis sebagai hotel, namun ditulis sebagai Apartemen?

Artinya jikalau di Itinerary ada penyebutan Apartemen, maka sealama Jamaah di Saudi tidak selamanya berada di hotel bintang 5 tapi ada masanya menginap di apartemen. Maka dari itu silahkan tanyakan itinerary-nya, day to day nya, schedule-nya apakah ada tertulis apartemen atau dengan bahasa yang lebih halus lagi adalah Perumahan Transit. Nah ini (Apartemen) adalah rumah yang bisa disebut Tidak Dekat dengan Masjid.

Satu lagi, silahkan cek lagi, lebih lama tinggal dimana. Apakah lama di Hotel Bintang lima atau lama di Hotel Transit? Ada travel yang membuat kegiatan dimana hotel transitnya itu 8 hari, dan di bintang 5 nya cuma 4 hari. Oleh karena itu calon jamaah harus jeli dan harus memperhatikan Itinerarynya agar calon jamaah tidak kaget saat berangkat haji bersama travel tersebut.

8. Berapakah Biaya Pertama ONH Haji Plus dan Reguler?

Berikut adalah informasi perbedaan biaya ONH Reguler dan Haji Plus. ONH Reguler pada saat pendaftaran pertamanya adalah 25 juta Rupiah. Hal ini berlaku sama untuk semua provinsi (khusus biaya pendaftarannya). Setelah itu tunggu sampai tahun keberangkatan, di tahun ini pemerintah akan mengumumkan ONH dan kekurangannya itu yang harus jamaah lunasi.

Lalu bagaimana dengan ONH Haji Plus? ONH BPIH khusus uang pendaftarannya ke depag sebesar 5000 USD. Dana ini hanya untuk setoran ke Depag saja. Dan travel biasanya juga minta uang tanda jadi untuk travel sendiri sebesar kurang lebih 1000 USD. Jadi kalau di total bisa sebesar 6000 USD untuk pendaftaran pertama. Namun kebijakan tiap-tiap travel berbeda-beda, ada yang minta 6000, 7000 bahkan ada yang minta 8000 tergantung travelnya masing-masing.

Sebagai Informasi, bahwa di AlHijaz untuk Daftar Haji Plus 2018 dikenakan DP sebesar 5000 USD.

9. Kenapa ONH Haji Plus menggunakan kuota DEPAG?

Ya benar, Ini kepentingannya adalah untuk mendapatkan kuota Jaminan Porsi Haji. Tapi pada saatnya nanti, uang yang dikirim ke Departemen Agama akan dikembalikan ke Travel. Tapi itu sesudah pelunasan nanti. ONH Plus ini secara administratif dibawah pengawasan Kemenag RI. Karena didalamnya menggunakan kuota haji pemerintah.

Di tahun keberangkatan, pemerintah bersama DPR berdiskusi untuk memutuskan berapa Biaya akhir dari keberangkatan haji baik itu untuk reguler ataupun untuk yang plus. Dan pada sesi ini juga seringkali terdapat calon jamaah yang gagal bayar pelunasan.

Sebaiknya hal ini bisa dihindari, yaitu dengan menabung terus-menerus dan menguatkan niat sejak dari awal.

10. Bisakah pindah dari Reguler ke ONH Plus?

Banyak yang bertanya apakah bisa pindah dari Reguler ke Plus, dengan alasan ingin lebih cepat masa tunggunya. Namun sayang sekali jawabannya adalah Tidak Bisa. Kenapa? Karena Slot jatahnya ini berbeda. Ingat pada saat kita mendaftarnya saja sudah beda, ONH (reguler) biasa ke Kemenag sedangkan ONH khusus pendaftarannya ke Travel, ini sudah membuktikan bahwa sudah 2 pintu yang berbeda. Jadi kalau mau pindah jawabannya tidak bisa.

Kalau mau, Anda bisa daftar Double. Jadi anda mendaftar di ONH Biasa dan ONH Haji Plus. Sehingga dari kedua ini bisa dibandingkan 2 antrian tersebut mana yang lebih cepat. Setelah ketahuan waiting list nya, Anda bisa memutuskan mana yang akan Anda Batalkan.

Kuota ONH Plus akan dibagikan kepada siapa yang mendaftar secara berurutan. Maka bisa jadi setiap travel tidak merata jumlah yang mendaftarnya. Misalkan Travel A di tahun keberangkatan hanya 5 orang. Travel B hanya 7 orang. Maka dalam kondisi ini Travel A dan B bisa digabung keberangkatannya, nah dalam hal ini konsep ini yang umum kita sebut sebagai Konsorsium.

11. Apa saja Syarat Untuk Mendaftar Haji Onh Reguler?

Banyak yang menanyakan bagaimana atau apa persyaratan untuk mendaftar haji ONH Reguler. Yang utama adalah mempunyai tabungan di Bank Penerima Setoran (BPS) yang ditunjuk. Bank-Bank ini yang mempunyai koneksi langsung ke System Kemenag. Alhamdulillah Kemenag sudah menetapkan bank yang menerima dana haji adalah hanya Bank Syariah. Dengan kata lain Bank Konvensional tidak bisa menerima setoran dana Haji.

Di Bank penerima setoran dana haji ini kita menyetor dana 25 juta untuk mendapatkan porsi haji Reguler, namun tidak berarti bahwa untuk buka tabungan harus mempunyai 25 juta Rupiah, bukan itu. Tiap BPS memiliki aturan yang berbeda-beda untuk buka tabungan haji. Misalkan kalau di BSM bisa setor 100 ribu untuk buka Tabungan haji. Tiap Bank berbeda-beda ada yang 200 ribu atau  500 ribu. Tergantung kebijakan dari bank – bank tersebut.

daftar tunggu haji onh plus


Mari manfaatkan momentum Ramadhan ini untuk membuka tabungan haji seraya berniat dengan kuat untuk berhaji dengan cara mengupayakan pembukaan rekening haji di BPS Haji. Terlepas kapan Allah SWT mengizinkan kita untuk berangkat haji, terlepas Allah kapan akan mencukupkan tabungan kita hingga 25 juta untuk mendapatkan porsi, itu urusan nanti. Yang wajib bagi kita adalah Niyat yang kuat dan Ikhtiar yang maksimal. Setorkan dan Pasrah kepada Allah SWT.

Persyaratan lainnya adalah Calon Jamaah berusia minimal 12 tahun saat membuat tabungan haji. Buku tabungan yang ada saldo nya dan identias yang ada itu kemudian dibawa ke Kementrian Agama.

Jadi prosedurnya ke Bank dulu baru Ke Kementrian agama. Di kementrian agama kita akan mengisi form SPPH (Surat Pengantar Pergi Haji). Nanti disitu tertulis semua identitas calon jamaah. Saat ini layanannya sudah satu atap. Ada Bank yang sudah stand by di Kemenag. Itu adalah setelah kita mendapatkan SPPH dari Kemenag. Lalu kembali lagi ke Bank. Dan alhamdulllah karena sudah satu atap maka kita tidak usah ke Bank saat buka Tabungan haji tersebut. Karena sudah ada stand by di Kemenag Bank yang dimaksud.

Khusus untuk buka Tabungan Haji, tidak usah ke bank yang ada di Kemenag. Cukup pergi ke Bank syariah yang deket rumah saja.

12. Apakah Daftar Onh Haji Plus bisa Ke BPS Haji?

Dari penjelasan diatas kemudian muncul pertanyaan. Apakah prosedur tersebut berlaku untuk pendaftaran ONH Plus? Jawabnya Tidak.

Untuk untuk ONH Haji plus itu daftarnya langsung ke Travel. Dan nanti Travel yang mengurus segalanya sampai ke tahap pemberangkatan. Termasuk setoran ke Depag yang berjumlah kisaran 5000 USD itu travel yg menyetorkannya.

Ketika kita sudah dapat SPPH dan kita ke Bank, maka kita akan dapatkan Nomor Porsi. Nomor porsi ini yang akan menentukan calon Jamaah haji akan berangkat kapan. Seperti tadi juga ONH plus akan ditentukan berangkat nya kapan.

Kita bisa menanyakan tahun keberangkatan ke Kemenag dengan Siskohat-nya. Tapi jangan terlalu di percayai infonya. Karena apa? Karena di system ini bisa terjadi perubahan-perubahan akibat regulasi baik regulasi pemerintahan Indonesia ataupun regulasi dari Kerajaan Saudia. Artinya bisa jadi ketika tahun ini kita check estimasi keberangkatan 10 tahun lagi, kemudian pas tahun depan check lagi ternyata berubah 12 tahun lagi. Namun tetap yakinlah, karena ketika kita sudah mendaftar haji, itu artinya kita sudah beberapa langkah lebih maju menuju Arafah. Wallahu a’lam Bishowab.

Agar supaya kita Bisa berangkat bersama Keluarga, apakah kita harus daftar di Bank saat waktu dan bank yang sama?

Kalau di Bank yang sama, Tidak. Namun minimal di Waktu yang sama. Syukur-syukur bisa daftar di Kemenag haji daerah yang sama. Karena kalau beda kementrian haji maka  aturan mutasinya akan berbeda-beda.  Mutasi antar Provinsi, berbeda dengan mutasi antar kabupaten atau kotamadya.

Demikian yang bisa kami sampaikan, mohon maaf atas segala kekurangan.

Wassalam.

0 Response to "12 Hal Wajib Tahu Sebelum Daftar Haji ONH Reguler Plus 2018 2019"


Hubungi Kami

0812-9411-7544

WA: 0812-9411-7544
BBM: 594946E6
Saya Ingin Dihubungi
PAKET UMROH INI
Test /* Hot Line*/